Thursday, April 2, 2009

Road to Manado

Manado is 8-9 hours from Gorontalo by car. Most of the road are curved. But it`s worthed, when you get there, you won`t go home, like my friend, man. There`s no unpretty girl in Manado, all beautiful. That`s why he refused to go back to Gorontalo, perhaps. It`s a nice place to travelling here. Shopping center, mountanous area, beach, seafood, and klapper tart are available here. The last one is a gorgeous cake, awsome...Shopping center, restaurants are placed along the beach. Nice place for hang out, isn`t it?
If you go to further to Pineleng, that`s where I am now, it mountanous place just like Cisarua, cold water.
Okay let`s go to recreation place in Manado, let`s say... Tomohon/? It`s a place where flower festival take place. We don`t have the picture here because the flower festival is already ended.


Just go to...LOVE HILL- Bukit Kasih, actually. I think it`s place for christian praying in the top of the hill, not hill actually it seems like mountain, because too high to be called as a hill, and there is sulfur on it, hot. But thanks god we were there at 7 in the morning. It covered us from sun.

,

Can you see the stairs?


Are they look like the great wall from China? seems like that, but not great one.
...



Look...there are a face craft in the hill. Can you see that?


We should pass the way through the bridge


Go up, ladder by ladder, so tired.

We`re getting weak, so we stopped


Moved on...

At the top of the hill, there is only a `cross`, it is a sign for christian. So we go down without any picture.
A couple minutes after we walked down, we can see beautiful view. Lets take a look.



There are prayer`s place for 5 religions.
We walked down again

But dont forget to stay a minute to take the view

Where is is?
a...a... no, not correct it`s not Bali.


NEXT DESTINATION.... Sumaru Endo, Remboken, Minahasa.

Sumaru means faced, Endo means Sun, so Sumaro Endo means Faced to the sun. Let`s see I faced the sun.

There is a lake in Sumaru Endo called Tondano lake
Gambar

There are cottages also


The other side of the lake

Go home

These are the landlord



The end

Saturday, March 14, 2009

Ekspedisi ke Taman Purbakala Benteng Otanaha


Taman Purbakala Benteng Otanaha terletak di Batu Daa, Gorontalo. Benteng yang terletak diatas bukit yang merupakan peninggalan purbakala, warisan leluhur yang wajib dijaga untuk anak cucu kita. Dengan alasan ini maka kelompok ekspedisi yang terdiri dari 11 orang, harus memasukkan taman purbakala benteng otanaha sebagai tujuan ekspedisinya.
Pukul 12.00 teng, kelompok ekspedisi mengawali ekspedisinya dengan sholat zuhur, lalu mengambil langkah menuju terminal, dekat pasar sentral. Sebut saja oto, sebuah mobil sebagai transportasi menuju benteng dengan ongkos 4000 rupiah. Jangan lupa bilang pada supirnya, “berhenti di pertigaan benteng, om”. Jangan sampai dorang terlewat. Karena akibatnya harus menambah ongkos 2000 rupiah lagi kembali ke tujuan, seperti ke 11 kelompok ekspedisi ini.
Pukul 13.00 kelompok ekspedisi masih didalam oto, belum jalan, kami masih menunggu satu orang penumpang, karena oto takkan jalan kalau penumpang belum memenuhi quota. Finally, seorang ibu dengan putranya menjadi penyelamat kelompok ekspedisi melawan tajamnya sengatan mentari yang tak sedang bersahabat hari itu. Sebenarnya tidak sering mereka bersahabat dengan sinar uv itu kecuali pada saat mencuci. Syukurlah akhirnya oto yang dinaiki melaju juga diiringi alunan group band Michael Learns to Rock (MLTR) dari album The Best of MLTR. Inilah mungkin yang mengakibatkan para ekspedisi terlewat jauh dari pertigaan benteng, tempat yang seharusnya mereka turun. Dari pasar sentral ternyata tak terlalu jauh, kurang lebih 20 menit sampai di pertigaan benteng.
Dari pertigaan benteng tersebut berjalan sedikit kedalam, sampai mereka temukan pintu gerbang bertuliskan “TAMAN PURBAKALA BENTENG OTANAHA, KOTA GORONTALO”. HTM 2000 rupiah, cukup murah untuk sebuah tempat rekreasi. Untuk melihat keseluruhan benteng mereka harus menaiki ratusan anak tangga menuju keatas bukit dengan tanjakan membentuk sudut 45 derajat. Cukup membuat kaki bergetar. Dari ratusan anak tangga tersebut, terdiri dari 4 pos istirahat. Tempat kelompok ekspedisi mengamati alam sekitar. Di pos pertama, langkah berjalan cepat lalu melambat namun masih bersemangat. Masuk di pos kedua, kaki melangkah melemah mengangkat beban tubuh yang memberat seketika. Di pos ketiga, kaki bergetar, langkah melemah nafas berkejaran, namun mereka berbalik kearah seberang, terlihat view yang cantik, awan putih yang bergerumul, hamparan ladang yang luas penuh eceng gondok, bukit hijau yang sesekali terlihat warna kuning, merah, dan jingga tanda tertanam bunga disana. Lalu mereka melihat keatas, satu pos lagi... dengan kaki yang masih bergetar mereka bergegas dengan semangat melanjutkan perjalanan menuju pos terakhir.
Pos keempat, terbayar sudah rasa lelah yang dirasa, tak ada lagi kaki bergetar, tak ada lagi nafas berkejaran. Keindahan suasana membayar semuanya. Ada 3 benteng yang ada di atas bukit, satu diantaranya terletak agak kebawah. Ketiga benteng berbentuk lingkaran terbuat dari batu. Benteng pertama di lengkapi goa atau mungkin lebih tepatnya seperti sebuah pintu yang mengarah kedalam benteng, ditengahnya hamparan rumput hijau yang mulai meninggi. Jangan heran, akan ada yang menumpang di kakimu jika kamu terjun dipadang rumput itu. Bukan apa-apa, hanya... seperti buah rumput, berwarna hijau bola-bola kecil, entah apa. Keluar sedikit terdapat 3 buah tempat berteduh. Tempat yang tepat untuk meletakkan tubuh setelah pencapaian ratusan anak tangga. Keluar pagar kan kau temukan satu benteng persis seperti benteng pertama, namun dengan view berbeda, lebih indah tentunya. Apa itu? Benteng dengan background bukit seberang, cocok untuk foto post-wedding.

Ini dia benteng ketiga, terletak menurun. Mereka harus menempuh 164 anak tangga untuk mencapainya. Inilah benteng yang paling menarik, perjalanan setapak berpagar menurun yang akan membawamu sampai pada benteng ketiga. Seperti benteng yang lain berbentuk lingkaran yang terbuat dari batu lalu ditengahnya hamparan hijau, namun yang ini view nya lebih indah dari kedua benteng yang lain.


Dari sini Syukurlah Mr. Sun tak sedang menatap mereka, sehingga mereka semakin dapat menikmati panorama yang indah. Mau tau apa? Yang ini khusus mereka rahasiakan untukmu, agar kamu melihat sendiri keelokkannya, mau? Ini memang tempat bersejarah yang patut dilestarikan dan dinikmati kamu dan keluargamu. Selamat menikmati keelokkannya, sahabat.

Saturday, February 14, 2009

Tamasya pertama di Gorontalo

Tiba-tiba saja ponsel dini berbunyi, sms dari Sofie. “Ka, insyaAllah kalau ada waktu sebentar, sore sekitar jam empat mau jalan-jalan bareng dengan teman-teman ka dini dan ka rina yang se kost, berenam kan?pengennya sih ajak semuanya, tapi gimana ya, mobilnya ndak muat. Gimana kakak mau?” sontak saja kami gembira. Sesungguhnya ini bukan pertanyaan tapi kejutan.
Sofie dan Eby memintaku dan teman-teman menunggu di kost. Lalu kami berangkat kearah kota, makin jauh lagi. Suasana saat itu tak panas seperti biasanya. Kemana kami? Pikir kami. Lambat laun kami menyadari bahwa tyjuan kami adalah kantor gubernur Gorontalo. Sungguh senang rasanya, telah banyak orang yang mengatakan pada kami bahwa di kantor gubernur sungguh indah, mereka juga bilang bahwa seluruh kota gorontalo terlihat dari kantor gubernur yang letaknya di atas bukit.
Jalan kami lalui, dengan melewati pelabuhan. Degup kagum, betapa indahnya gorontalo. Rasa panas tak lagi dirasa, yang terpikirkan hanya, bagaimana mengabadikan momen ini. Aliran sungai mematahkan letak kota dengan bukit. Menanjak terus keatas bukit, melewati gedung pengadilan tinggi, Sejuk. Entah sejuk karena udara luar atau sejuk karena Ac mobil. Intinya Indah, melebihi puncak di jawa barat.
Kami sampai pada ketinggian yang cukup tinggi, entah berapa ketinggian itu dari permukaan laut? Kurasa tak penting saat ini. Bangunan gedung baru, yang tampak indah, layaknya sebuah istana, bertajuk, kantor gubernur provinsi gorontalo. Kami masuki dengan degup kagum dan keceriaan yang tak terkira.
Segera kami turun dari oto, begitu orang gorontalo bilang untuk sebuah mobil. Tak lain, ambil gambar. Inilah persembahan gambar kami untuk kalian:
, ,,



, , 257, ,
Puas kami menikmati alam di sekitar kantor gubernur, berlari kami kedalam gedung, ingin melihat koleksi dalam gedung, sayang... jadwal berkunjung hanya untuk sabtu dan minggu saja, sementara sekarang hari jumat. Tak mengapa.

Kami lanjutkan perjalanan menuju, kantor DPRD gorontalo, untuk? Ambil gambar tentunya. Apa yang bisa kami bagi untuk mu? Andai saja gambar ini mampu menghilangkan rasa rindu.
,

Senja tiba, suara azan menderu, mengajak para umat nabi Muhammad menjalankan ibadah. Kami menuju masjid baiturrahim.



Setelah sholat, perut kami menagih fitrahnya. Kami makan siang disebrang masjid, rumah makan....apa yah..

Lalu perjalanan dilanjutkan menuju menara, limboto. Ramai ternyata di sepanjang jalan ini. Kata orang kalau belum naik menara ini, belum dianggap pernah ke gorontalo. Walau rasa takut dihati akan ketinggian, rasa ragu kaki mampu menapaki menara. Kami tak ingin dibilang, tak pernah ke gorontalo karena tak berani naik menara ini. Maka kamipun bertekad menaklukannya.Sungguh kami benar-benar kesana, inilah bukti kami pernah kesana sampai puncak, walau dengan kaki bergetar.

Gambar, ,, ,

,,

GORONTALO, tentang ku, teman-teman dan kehidupan baru kami

5 feb 2009, jam 08.00. melesat menuju bandara soekarno Hatta, untuk sebuah tempat yang bernama gorontalo. Untuk sebuah status yang bersandang, PNS, CPNS tepatnya, untuk sebuah harapan yang bertajuk, masadepan. Dengan pesawat yang akan lepas landas pada pukul 11 pagi. Memiliki keluarga besar tentu saja aku diantar dengan anggota keluar yang tidak sedikit. Orang tua, abangku: a iyus dan teteh, a emuh dan mbak wati, kakaku : te asri, te eni, ponakanku : Syifa, Hiro, Luthfi dan sasha. Selebihnya tak kunjung ikut karena urusan kerja dan sekolah, maklumlah ini hari kerja.
Aku melangkah dengan haru menuju pesawat yang akan membawaku terbang menjauhi Jakarta. Sesekali menoleh menikmati riangnya ke empat ponakanku bermain. Yang tak akan menjadi pandangan rutinitasku lagi.

Aku meghampiri ke lima temanku seperjuangan, yah seperjuangan kalau boleh dibilang begitu. Sebut mereka : Dini, Eni, Eno, Nanay dan Yani. Anak Jakarta yang ternyata punya darah Jawa semua. Jadilah kita anak Jawa, pulau Jawa.

Ini bukan yang pertama buatku menumpangi burung bermesin, namun ini yang pertama kali terbang setelah aku mengalami penerbangan buruk selepas dari Padang. Jantung berdegup kencang, tangan tak lepas buku doa, mulut tak berhenti melantunkan doa, TAKUT, itu kata yang tepat kurasa. Tapi SUBHANALLAH, rizki pertama perjuanganku, penerbangan yang sempurna, lembut.

Bandara Makasar.
Tempat transit sebelum ke Gorontalo

Sampai di Bandara Jalaludin, satu kata yang terucap, cantik.



Kata pertama yang terdengar saat itu? Bentor? Apa pula ini?
Seorang karyawan kantor bpom Gorontalo, mas Ali, menjemput kami dan membawa kami ke rumah kepala Balai, melewati kota, mungkin ini patung selamat datang.



Kami menginap sementara dirumah kepala Balai, Bapak Rahim, kami sapa beliau. Kami diterima baik disana, sampai-sampai tidak enak hati.



Pagi hari di gorontalo

Kami memutuskan untuk segera mencari tempat, walau ditempat pak Rahim sungguh nyaman, tapi hanya kami berenam yang tinggal disana, tak sampai hati dengan 9 teman-teman yang lain.
Akhirnya kami menemukan tempat kost yang cukup ideal, dengan prinsip, aman, banyak pendatang, ada ibu kost nya, murah (yang ini sulit mendapatkannya sobat), dekat dengan kota (rame). Inilah kost kami

Ada dilantai 2

Punya 6 kamar, kami ambil 3 kamar. Pembagian kamar dengan cara diundi. Aku kamar kedua dari kanan,: yani dengan dini, nanay dengan eni , sementara aku dengan eno. ini kamarku dan eno


sudut kamar

saatnya anak kost berangkat kerja



loh kok Cuma 5 orang yah? Kemana yang satunya?

Ini dia. Menuju alat transportasi gorontalo, bentor. Seperti yang kukatakan ini kata pertama kita di bandara beberapa hari yang lalu. Becak motor.

Becak motor tampak samping’

Tips naik bentor:
1.Adakan perjanjian dulu sebelum melaju bersama om bentor.
2.Tawar semurah-murahnya, karena mereka hitung bentor per orang, bukan per bentor. (dari tempat kost ke kantor, kita biasa 2000 per orang kalau 1 bentor ditumpangi 3 orang yah 6000)
3.jangan lupa bawa uang pas
4.om bentor biasanya suka berpura-pura tak tau jalan, untuk menambah ongkos perjalanan. Maka penumpang harus sok yakin gitu deh.
transportasi favorite lainnya, motor. Angkot? ga zaman, kalo pun ada hanya untuk antar provinsi. oops... guess who?/////////

Perjalanan menuju kantor, bukan perjalanan biasa. Perjalanan yang cukup berat pada awalnya, karena udara panas yang menyengat kulit, memicingkan pandangan mata, menerpa angin, namun mata tak ingin luput dari keindahan kota gorontalo. Lihat saja jalan menuju kekantor.

Kota gorontalo dikelilingi gunung, tak tau apa nama de pe gunung tuh. Kemanapun kau pergi, kanan-kiri, depan-belakang kan kau temukan gunung
,

Mubazir rasanya tak turun untuk sekedar menikmati hamparan lukisan sang Maha Agung, menikmati hembusan wangi padi, walau udara terik masih tetap menyengat bahkan masih di jam 8.

Rugi rasanya diri tak menjadi bagian dari keindahan nya itu.


Meneruskan melaju bersama om ben, menuju jl. Tinaloga,

“Stop, om...” sahut kami. masuklah bentor ke halaman kantor


Ini kantor kita, yang bertuliskan POS POM,



kantor lama,



kantor baru belum juga jadi, lihat banguan dengan atap berwarna merah, besar bukan?
lalu gambar 15
Disini angin kencang, terbawa aku dibuatnya.

ini panorama dari belakang kantor

kurasa, tak ada yang stress jika memiliki halaman kantor seperti ini di Jakarta, pandangan luas, namun panas... pandai-pandailah kau memandangnya.

Kami cpns ber-15, Mas`Ferdy, Agung, kami berenam, Yona, Lina, Lia, Dewi, Nia, Riska, Asira. Jika jam 8 kami datang, namun belum juga datang karyawan lama yang membawa kunci, ini lah yang kami kerjakan, menunggu di halaman belakang.

Semakin matahari meninggi makin banyak pula yang datang sehingga kapasitas halaman belakang jadi menyempit.

Syukurlah yang dinanti-nanti datang juga, akhirnya masuklah kami ke kantor kami. Mengambil posisi masing-masing. Agung, kami menyebutnya Pak Lurah, karena pecinta batik, mengambil posisi disamping keempat istrinya. Akur yah?

Masa-masa satu minggu masa transisi, datangnya cpns disertai dengan perginya pns pelatihan ke Jakarta, so kita jadi jaga gawang. Tanpa gambaran kerja, tanpa kegiatan yang terencana, dan tanpa instruktur kerja. Tercengang dengan sistem baru, “Enak kali jadi pns ini yah? Bisa pulang jam 3 dihari Jumat” lontar cpns dari Medan diiringi pecahan tawa.


Berhambur untuk hal yang terasa aneh dan langka, juga pada saat hujan turun di hari yang terang, dihiasi indahnya pelangi.

Mengamati hikmatnya sapi mengambil rezeki

Berhambur untuk keperluan yang belum selesai, mengurus KTP, membuka rekening, membunuh waktu dengan membaca, menikmati saat-saat luang, menelusuri jalan, mengingat-ingat tempat.


Senja datang mengantikan siang, membiarkan matahari beristirahat untuk hari esok. Walau tak sama seperti dirumah, jangan khawatir mom, aku tetap terlelap, menikmati hari, menikmati malam, meniti takdir yang Allah berikan padaku. Doakan aku agar bersabar dan pandai bersyukur.

Sunday, June 29, 2008

Terima Translate, paper

Ini khusus untuk kamu, buat yang punya tugas tapi nggak punya waktu buat ngerjainnya...bahasa Inggris pula, langsung aja layangkan surat kesini dan kita siap membantu kamu-kamu menyelesaikan masalahmu.

Atau...

Telp aja ke Rina 0813-82182318
atau mampir kerumah di Jl. Pisangan Lama III No. 37 Rt 006/07 Jakarta Timur 13230 tapi telp dulu yah ke : 4711174

kita tunggu yah... bisa diskusi juga loh

Tuesday, May 20, 2008

Kiat bertahan dalam menghafal AlQur`an

Buat Renungan para penghafal alQur`an

Tausiah dari Ustz. Maemunah di Alhikmah

Dlam menghafal AlQur`an kita harus memiliki jiwa pengorbanan. berikut merupakan 3 hal kiat bertahan dalam menghafal AlQur`an:

1. membaca AlQur`an sebanyak-banyaknya untuk membangun keimanan

Orang yang sedikit membaca Alqur`an, maka keimanannya pun hanya sedikit.
Begitu pula ketika keimanan kita turun, maka bacalah Alqur`an sebanyak-banyaknya agar keimanan kita naik.
Hubungan antara Alqur`an dan keimanan saling berkaitan erat.

2. Membangun gambaran yang benar terhadap Alqur`an

Berapa % informasi yang ada dikepala kita terhadap Alqur`an? apakah sudah cukup besar? atau lebih banyak informasi lain yang ada dikepala kita, infotainment? informasi umum?atau hal lain? mana lebih banyak yang kita ketahui melebihi pengetahuan kita terhadap Alqur`an?

Apakah kita sudah sangat mengerti fungsi Alqur`an dalam kehidupan?
seperti halnya jika kita membeli alat-mesin baca dulu manual book nya, maka alat yang kita beli akan berjalan dengan baik dan tidak mudah rusak.
begitulah Alqur`an dalam kehidupan manusia, Alqur`an merupakan manual book of life
maka jika kita ingin hidup bacalah manual booknya yaitu Alqur`an maka insyaAllah hidup kita akan benar dan tidah mudah rusak.

Ilustrasi:
Jika seekor anjing berjalan, dan bertemu dengan sebongkah berlian apa yang akan dilakukannya? dia takkan memperdulikannya. namun jika yang dilihatnya adalah tulang? dia akan mengambilnya karena anjing memiliki persepsi yang benar terhadap tulang tersebut, tulang merupakan sesuatu hal yang beharga, makanan yang lezat.
namun jika manusia bertemu berlian, dia akan langsung mengambilnya karena manusia mengetahui bahwa berlian amat beharga.
Bagaimana dengan Alqur`an? apakah persepsi kita sudah benar? apakah Alqur`an dinilai sebagai sesuatu yang beharga? ataukah tulang lebih beharga?

3. Membangun kesiapan untuk berlelah-lelah dengan Alqur`an

" syetan tak akan tinggal diam ketika kita berinteraksi dengan Alqur`an"
- mengurangi tidur
- mengurangi makan (berpuasa)

Seorang hafizh berkorban mengurangi saat-saat tidurnya untuk menghafal, dimana manusia lain sedang tertidur lelap. baginya Alqur`an adalah sesuatu yang bernilai sehingga dia rela mengorbankan waktu tidurnya. pengorbanan yang lain adalah mengorbankan waktu bersenda guraunya, memisahkan diri pada waktu-waktu luang untuk menghafal. karena dia sadar sebagai seorang penghafal dia bukan lagi manusia biasa, dia tidak lagi dapat hidup biasa-biasa saja, sama seperti manusia lain. dia harus mengorbankan waktu-waktu bermainnya.

Ilustrasi:
untuk membeli 1 donat kita butuh pengorbanan Rp 1.000,-
untuk membeli sepeda kita butuh pengorbanan Rp 1.000.000,-
sedangkan untuk Alqur`an pengorbanan kita adalah mengurangi waktu tidur, waktu bersenda gurau, berlelah-lelah bahkan sampai kepala pusing, namun semua pengorbanan tersebut dinilai beharga disisi Allah.
rasa capek, penat, keringat yang mengucur, kesemutan, semua dihitung oleh Allah

kenapa kita takuta kan rasa lelah?
bukankah berbuat maksiat juga capek? juga lelah? tapi tak dinilai apa-apa oleh allah bahkan dosa.

Kenapa orang bisa bekerja sampai rela lembur? karena ada balasan dibalik itu semua dan balasannya cepat, yaitu uang. menghafal Alqur`an pun akan diberi balasan yang besar, namun tak langsung, tak cepat.
orang rela bekerja dari pagi sampai sore setiap hari kerja bahkan rela lembur dihari liburnya bahkan tak mengeluh capek? sampai sakitpun terkadang mau dijalaninya. keringatnya, rasa capek dan rasa sakit tak terlalu bernilai disisi Allah.
sementara orang yang menghafal sampai kesemutan, sampai nyeri, sampai pusing semuanya dinilai beharga dimata Allah.

Kelelahan dalam kebaikan didunia tak akan Allah berikan lagi kelelahan di akhirat.
lelah dalam keburukan akan lelah juga di akhirat.

Saturday, November 17, 2007

Takut sendiri

Mengapa harus sendiri yah? tapi kalau tak sendiri artinya harus bergantung dengan orang lain. Aku ingin sekali pergi dari kota besar ini...aku ingin tinggal didesa. namun kalau keputusan tinggal itu hanya karena diriku sendiri, apa aku bsa?mampukah? apa aku bisa merantau tanpa sanak saudara? yah paling tidak dengan suamiku? tapi apakah jodohku orang yang bukan dari kota tempat tinggalku? wallahu a`lam.

Tuhan, aku tak pernah tinggal sendiri, benar-benar tak pernah. terkadang aku ingin melepas segala kegiatan ku dikota besar dan pergi tanpa pikir panjang untuk berada didesa, hanya untuk bercocok tanam.tapi pasti bukan sesuatu yang hebat bagi keluargaku, pasti bukan ide bagus bagi mereka.
Tuhan, apa yang akan terjadi esok? akankah hari-hari yang akan datang sama seperti hari kemarin. Akankah kau berikan semua doa-doaku. namun tak sempatku untuk bersyukur. jika aku minta seseorang meninggalkaku, itu Kau kabulkan. ketika itu benar-benar sadar terjadi. tak bersyukur aku padaMu. bukankah itu yang aku inginkan?

Tuhan, aku benar-benar tak pernah sendiri, aku tak pernah terjebak sendirian dirumah lebih dari 24 jam, sungguh apakah aku mampu hidup sendiri. terkadang aku ingin mengambil keputusan pergi ketempat terpencil, dan hidup disana dengan modal pendidikanku.
Tuhan, sungguh bukan hanya ini yang membuatku khawatir, jikalau aku mati apakah aku bisa tinggal sendiri di kuburan yang sempit?
Tuhan, bisakah ku ajak orang lain menemaniku?
Tuhan, sungguh aku tak pernah sendiri akankah aku harus sendiri saat berhadapan denganmu?
Tuhan, kiranya kau tak memberiku dispensasi untukku? akankah kau berikan aku kekuatan untuk tinggal sendiri saat itu tiba?